Tidying Festival (Clothes #1)

Akhirnya, praktek berbenah pun tiba. Setelah satu bulan pemantapan mindset berbenah. Kami memulainya di akhir pekan. Sabtu-Minggu, 10-11 Maret 2018. Sebelum memulai, kami berdiskusi sambil minum dan ngemil di bangku-bangku indomaret dekat rumah. Kami samakan persepsi, apa yang akan kami lakukan.

Sesuai rencana, kami akan mulai dengan sholat Dhuhur. Kemudian tilawah Al Quran. Biar adem dulu, dan siap mental apapun yang akan terjadi. haha,,

Yang pertama kami lakukan adalah mendokumentasikan storage baju kami sebelum diobrak-abrik. kurang lebih beginilah penampakannya,

 

Hmm.. malu juga sebenarnya posting gambar ini. Tapi, gambar ini untuk menunjukkan betapa dramatisnya perubahan setelah mengikuti metode konmari. Anggaplah gambar di atas dengan kondisi BEFORE.

Setelah didokumentasikan, kami keluarkan semua kategori clothes ke ruangan tengah. Ruangan keluarga. Hati dan otak saya pun mulai menghangat, alias SHOCK. Bisa sebanyak ini ternyata. Sambil mengeluarkan baju-baju, tak lupa si kecil pun tampak ceria,

mulai kosongDan…. setelah terkumpul semua di ruang tengah, beginilah jadinya..

 

Bermunculan baju-baju yang hanya pernah sekali dipakai. Bahkan ada yang masih kinyis-kinyis belum pernah dipakai. Tak cuma saya, punya istri dan anak-anak juga. Baju-baju yang sudah ga muat, ternyata masih memenuhi lemari selama ini.

Perlahan, mulai kami bereskan. Hari sabtu, seharian, target kami menyortir yang masih ‘sparkjoy’. Yang tak ‘sparkjoy’, let it go. Ada juga satu koper yang masuk kategori sentimentil. Kurang lebih begini penampakan berkarung-karung yang let it go,

let it go

Sekira ada lebih dari 8 plastik besar yang masuk kategori donate. Satu karung lagi ga sempat difoto, masuk kategori discard atau Toss. Oiya, karena saking lelahnya, sortir yang berakhir pukul 9 malam ini saya tak sempat mendokumentasikan tumpukan pakaian yang ‘sparkjoy’.

Keesokannya, hari minggu. Target kami berikutnya adalah lipat ala konmari. Disini dilema baru, muncul. Storage yang kami miliki tak cocok untuk lipatan metode konmari. Kolom lemari kami sangat tinggi, diukur kurang lebih 50-55cm. Panjangnya 70cm meter per kolom. Sementara, lipatan baju ala konmari tidak menghendaki baju ditumpuk. Lipatan ala konmari tingginya kurang lebih 15cm. Kalau dipaksakan, artinya ada space 35cm ke atas yang kosong. Dan ternyata jadi ga muat storagenya.

Sementara kami akali dengan storage box plastik 30ribuan di pasar, kurang lebih bentuknya seperti ini, IMG-20180312-WA0012-01Kami pun melipat baju satu per satu. Kalau baju-baju saya, jelas mudah. Kasian istri yang bajunya gamis besar-besar dan jilbab yang juga besar dan bahannya susah dilipat. hehe.. Dan, ini hasil lipatan saya,

 

Ini hasil melipat baju anak saya,

faiza

Rapi kan? jadi ga sabar menyelesaikan metode ini, dan melihat hasil akhirnya.

#shokyuuclass #Task4 #konmariindonesia #konmarimethod

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s